✨ Ruang Ekspresi

Goresan Pena Generasi Cendekia SMAN 2 Demak

Nikmati karya sastra pilihan, puisi indah, cerpen bermakna, hingga ulasan ilmiah terbaik hasil pemikiran kreatif warga sekolah.

Pilih Kategori

× Reset Filter

πŸ“– Karya Terbaru

Puisi
πŸ‘οΈ 38 ❀️ 0

Indonesiaku Demam

Kudekap Indonesiaku yang sedang sakit demam tinggi degradasi moral menggigil sendi-sendinya Kupeluk Indonesiaku yang penuh luka-luka melanda hampir di sekujur tubuhnya pendidikan tak pasti hukum tak pasti kesenjangan social meninggi kriminalitas menjadi kepedulian sesama tak ada lagi nyawa pun tak berarti Manakah obat Indonesiaku ? Bila Sumpah Pemuda hanya sekedar kata-kata tak berwujud nyata Bila Pancasila hanya di bibir saja tanpa aksi nyata Hanya akan menambah luka

Puisi
πŸ‘οΈ 20 ❀️ 0

Malamku

Malamku datang sunyi perlahan Ditemani bintang di langit Angin berbisik lembut di telinga Membawa damai ke dalam jiwa Cahaya bulan temani tidurku Menyapu gelisah dari kalbu Dalam gelap kutemukan tenang Malamku indah, hening dan lapang.

Puisi
πŸ‘οΈ 15 ❀️ 0

Malam yang Sunyi

Dalam sunyi malam ku duduk sendiri Bintang-bintang bertaburan di langit tinggi Angin malam berisik lirih Menyapa hati yang tengah sepi Gelap malam sunyi senyap Hanya suara jangkrik bernyanyi Ketenangan malam menusuk kalbu Membawa kedamaian dalam hatiku.

Puisi
πŸ‘οΈ 18 ❀️ 0

Jejak Cinta Ramadhan

Ramadhan datang bagai surat cinta dari Sang Kekasih Dikirim dari langit, penuh kedamaian yang membumi Mengetuk jiwa yang haus makna , menghapus luka dengan cahaya Illahi Robbi Angin yang kuhela membawa rindu yang tak terperi Pada cinta yang tak pernah usang Pada damai yang tak pernah hilang Pada jiwa yang mengharap tenang Wahai Ramadhan , jadilah aksara cinta yang tetap membumi dalam ruhku Yang tak pernah pudar oleh ruang dan waktu Yang kekal abadi sepanjang waktu Agar cinta-Nya dapat memberikan keberkahan dan kemuliaan dalam hidupku Untuk meraih ridho-Nya sampai ajal menjemputku

Puisi
πŸ‘οΈ 15 ❀️ 0

DENYUT SENI

Bayang batu kelam, angin berbisik berirama Anak kecil menorah kata, pena buluh bernada Debu dan doa melahirkan syair penuh drama Kertas anyam serat rapuh di tangan waktu Air diam di tepi, musim menangis pilu Bunga harum menyapa kalbu Seni tahu… puisi lahir saat hati patah seribu Tak semua penyair bersemayam di singgasana Rebah di pasir karyanya pun lenyap hampa Namun bait mereka terukir nyata di batu pualam Seperti dawai mendendang di bait terukir nyata Saat dingin merenggut, bara unggun merapuh Sejak terpahat di tulang, patah namun menjulang Peramal tua menggores tinta di kain lusuh Biar bintang tersadar manusia pernah berkobar Denyut kata manis lembut memeluk Ia luka yang ditenun menjadi nyanyian yang merasuk Nar di lampu minyak, kitab kan luruh Seni hidup tak pernah pudar Saat kau tulis di langit kelam bermalam Kau tabur benih sejarah, di tanah sunyi kelam Seni tak perlu berguntur, cukup mengalun dalam Bangunkan waktu dengan irama, abadi di hati insan Seni adalah denyut yang mengalir hingga akhir zaman

Puisi
πŸ‘οΈ 24 ❀️ 0

Menanti Yang Terindah

Surya baru saja beranjak dari peraduannya Ketika ku buka jendela Lentik jemari bayu membelai kepala Pancaran surya mengintipku tertawa Seakan bertanya, mengapa kau masih gulana Belalang yang hinggap di kamboja ikut tertawa Seakan mengejek, kau tak kan bisa melupakan kenangan yang tercipta Kau tak kan mampu menghalau rindu yang menggoda Menangislah sepuasnya Agar hatimu lega Sabarlah jika Tuhanmu belum mengabulkan doa Yakinlah ada yang terindah untukmu nantinya Itulah keyakinan yang menenangkan jiwa. (Pojok kamar, 21 Juni 2025)

Puisi
πŸ‘οΈ 28 ❀️ 0

Renungan

Malam telah lengser menuju langit fajar Langit menjatuhkan embun pada daun hingga bergetar Tiupan bayu membuat gigil dan gemetar Di sini serasa jiwa tertampar Seringkali langkahku terdampar Sebentar lagi fajar menjelang Tanda mentari akan datang Warna usiaku semakin merah matang Ya Rabb tambahlah kasih sayang Tambah juga badan sehat, rezeki, serta umur yang berkah dan panjang... Aamiin YR

Puisi
πŸ‘οΈ 26 ❀️ 0

Cerita Malam

Malam bertabur bintang Tak lantas hatiku bersinar Angin semilir bertiup tenang Hatiku pun menyadar Langit gelap tertutup awan Pahit hidup merundung angan Bulan itu memang bulat Jangan jauh dari tekat Kunang-kunang bercahaya Terangi jiwa penuh makna Lentera menerangi sudut sunyi Bangkitlah diri penuh energi Beristirahatlah lah batinku Ku tau engkau lelah