Puisi
Menanti Yang Terindah
D
Dra. Murti Wahyu Hendrati
Diterbitkan pada 05 Jul 2026
Surya baru saja beranjak dari peraduannya
Ketika ku buka jendela
Lentik jemari bayu membelai kepala
Pancaran surya mengintipku tertawa
Seakan bertanya, mengapa kau masih gulana
Belalang yang hinggap di kamboja ikut tertawa
Seakan mengejek, kau tak kan bisa melupakan kenangan yang tercipta
Kau tak kan mampu menghalau rindu yang menggoda
Menangislah sepuasnya
Agar hatimu lega
Sabarlah jika Tuhanmu belum mengabulkan doa
Yakinlah ada yang terindah untukmu nantinya
Itulah keyakinan yang menenangkan jiwa.
(Pojok kamar, 21 Juni 2025)
Ketika ku buka jendela
Lentik jemari bayu membelai kepala
Pancaran surya mengintipku tertawa
Seakan bertanya, mengapa kau masih gulana
Belalang yang hinggap di kamboja ikut tertawa
Seakan mengejek, kau tak kan bisa melupakan kenangan yang tercipta
Kau tak kan mampu menghalau rindu yang menggoda
Menangislah sepuasnya
Agar hatimu lega
Sabarlah jika Tuhanmu belum mengabulkan doa
Yakinlah ada yang terindah untukmu nantinya
Itulah keyakinan yang menenangkan jiwa.
(Pojok kamar, 21 Juni 2025)